Malam Hari dan Overthinking

Sosial media terkadang memang hal yang memicu overthinking terlebih di jam-jam kritis malam hari. Salah satu hal yang rutin bikin overthinking bagi para ibu adalah mikirin anak. 

Apakah BB anaknya udah ideal atau belum, apakah anaknya makan cukup, apakah perkembangan anaknya baik, udah tumbuh gigi belum, gimana pup anak hari ini? dan hal-hal yang mungkin buat orang lain sepele tapi sebagai ibu matters

Kemudian akhir-akhir ini kembali diusik dengan berita-berita akhir zaman yang makin nyeleneh. Maraknya penyimpangan sosial dan nilai-nilai yang tidak sesuai syariat bertebaran dimana-mana. Makin rungsing lah hati ini berpikir gimana caranya menghasilkan generasi shalih-shalihah di zaman fitnah. Lumayan bikin susah tidur pikiran-pikiran-pikiran ini. 

Lalu entah bagaimana ketemu dengan kajian Ustadz Abdullah Zaen di Yufid.TV, nggak tau kenapa Allah gerakkan pilih nonton kajian yang itu dari sekian banyak video kajian lainnya, yang ternyata isinya sangat-sangat menjawab kegundahgulanaan ku akhir-akhir ini, biidznillah. 

Aku nulis disini buat catatan pribadi ke depannya, untuk sering-seringlah tengok kajian macam ini biar nggak overthinking. 


Insight yang aku dapat diantaranya adalah...

Dalam mendidik anak yang harus orang tua pahami adalah untuk beriorientasi proses, bukan hasil. Ada beberapa kisah terdahulu yang bisa kita pelajari terkait mendidik anak, contohnya.. 

Proses benar - hasil baik: Kisah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam mendidik putri-putri nya hingga menjadi sosok yang shalihah 

Proses benar - hasil tidak baik: Kisah Nabi Nuh 'alaihi salam dan bagaimana beliau berjuang mendidik anaknya selama 950 tahun tetapi qodarullah anaknya tidak menjadi sosok yang bertauhid

Proses tidak benar - hasil baik: Kisah Nabi Ibrahim 'alaihi salam yang mengajarkan bahwa dari orang tua yang tidak beriman bisa Allah takdirkan muncul keturunan yang shalih seperti Nabi Ibrahim..

Dari sini ustadz menyampaikan bahwa hasil adalah hak prerogatif Allah. Proses benar namun qodarullah hasil tidak sesuai dengan yang kita inginkan bukan berarti kita gagal dalam mendidik anak. Selama kita sudah berusaha maksimal maka sudah gugur tanggung jawab kita. 

3 Prinsip Mendidik Anak 

  1. Berusaha semaksimal mungkin 
  2. Optimis dan berhusnudzan pada Allah 
  3. Selalu ada tahapan dan proses

Tiga prinsip di atas bikin aku lega, kayak ada beban yang terangkat. Lalu yakin bahwa takdir Allah selalu baik. Kalaupun ada yang tidak sesuai dengan keinginan kita, Allah tahu yang terbaik, kalaupun bagi kita itu ujian maka Allah tidak akan menguji di luar kapasitas hamba Nya. Yang kita bisa lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin dalam mendidik dan membersamai anak kita, selalu mau untuk belajar dan berusaha menjadi lebih baik dari kemarin.. 

Semoga Allah mudahkan kita untuk mendidik anak kita menjadi generasi shalih-shalihah. 


Comments

Popular Posts