From CGK to TTE
26 April 2023
Rutinitas harian kulalui seperti biasa di rumah, sampai pada siang hari ada notifikasi pesan singkat dari suamiku
"Qodarullah bergeser ke Ternate, Maluku Utara, alhamdulillah ala kulli haal ya"
Membacanya membuat hatiku sedikit mencelos kalang kabut. Maluku Utara? Jauh sekali... pikirku saat itu. Kami memang sedang menunggu surat keputusan penempatan suami bertugas. Pekerjaan suami memungkinkan untuk ditempatkan di seluruh Indonesia, teringat jelas saat pertama melamar kerja ada surat kesanggupan yang harus ditanda-tangani terkait penempatan ini.
Butuh waktu kurang lebih 15 menit untuk menerima kabar ini dengan tenang. Kami memang tidak pernah meminta dengan spesifik hendak ditempatkan dimana. Doa kami adalah ditempatkan di tempat terbaik, yang bisa menambah keimanan kami, dan dikumpulkan dengan orang-orang beriman yang baik pula bagi iman kami. Begitulah doa yang kami langitkan setiap hari.
Tanggal 2 Mei sudah berkantor di tujuan ya
Itu berarti aku punya kurang lebih 7 hari untuk mengemas barang, perjalanan, mencari akomodasi tempat tinggal selama disana. Waktu yang amat sangat singkat, ditambah berpergian dengan bayi 8 bulan bukan perkara yang mudah. Apalagi ke tempat yang kami sama sekali tidak pernah menginjakkan kaki di sana.
Semula, kami berencana hanya suami saja yang akan pergi terlebih dahulu kemudian aku dan Hanifa menyusul dengan pendamping (waktu itu rencana nya ortu kami) setelah jelas tempat tinggal kami di sana. Kebetulan di Ternate tidak ada rumah dinas yang disiapkan dari kantor. Tetapi, di luar perkiraan kami tiket direct CGK - TTE harga nya selangit, sedangkan tiket yang ditanggung hanya untuk keluarga inti, sehingga akan sangat boros jika aku dan Hanifa berangkat bersama tambahan pendamping. Itu berarti kami harus berangkat bertiga.
Beruntungnya kami punya keluarga dan teman-teman yang selalu menyemangati, mendukung materi dan non materi. Packing seadanya sambil berpamitan dengan orang-orang sekitar terasa sangat terburu-buru. Terasa agak lebay setelah melewatinya, maklum belum pernah merantau sebelumnya. Perasaan excited menyongsong petualangan baru, sedih meninggalkan rumah lama, khawatir semua bercampur aduk di dalam hati. Kami percaya takdir Allah itu selalu baik.
30 April 2023
Jam menunjukkan pukul 21.00 WIB. 2 koper besar, 1 koper kabin, 2 tas ransel dan 1 stroller sudah terjejer rapih di depan pintu rumah orang tuaku. Hari ini tiba. Hari keberangkatan kami ke Ternate.
Sulit bagiku untuk meninggalkan rumah ini. Rumah yang kuhuni sejak kecil, besar, menikah (sempat pindah ke Bogor), dan pasca melahirkan kembali ke rumah orang tuaku ini. Sulit melepaskan rutinitas harian melihat orang tuaku bermain bersama cucu nya, mendengar ceramah dan nasihat harian dari Papa, melihat rutinitas suami dan Papaku pergi ke masjid bersama, hingga mengobrol santai dengan Mama di dalam kamar. But life goes on. Ada tugas sebagai istri yang menunggu. Mendampingi suami, dimanapun kapanpun, dialah pintu surgaku sekarang.
1 jam kemudian Taxi Bluebird pun datang menaikkan barang bawaan kami ke bagasi, lalu pergilah kami ke Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Setiap harinya, hanya ada dua penerbangan direct dari Cengkareng ke Ternate di pagi dini hari. Kami memilih menaiki maskapai yang akan take off pukul 1.35 WIB. Hanya butuh waktu 30 menit dari Pasar Rebo hingga Cengkareng.
Aku sempat khawatir karena ini merupakan penerbangan perdana Hanifa. Sejak sampai di Bandara Soekarno Hatta, meski sudah jam tidurnya dia, tapi dia tidak tidur sama sekali sampai naik pesawat, mungkin baginya menarik melihat tempat asing yang begitu besar dan gemerlap disertai orang lalu lalang. Alhamdulillah biidznillaah selama penerbangan dia hanya menangis satu kali meminta menyusu dan sisanya dia tidur. Bersyukur perjalanan ini dilakukan di jam-jam dia tidur pulas.
Pukul 7.20 WIT akhirnya kami tiba di Ternate. Alhamdulillaah. Menghirup udara laut di pagi hari. Suami kemudian bergegas mencari taksi bandara yang mengangkut kami ke hotel tempat kami akan singgah beberapa hari.
Resmi sudah menginjakkan kaki di Kota Rempah. Hai Ternate, mari kita ukir kenangan dengan indah.

Comments
Post a Comment