Empat Tahun

Nggak kerasa yah, tahun 2019 udah mau berakhir, sekarang udah bulan November ajah..
Di tahun 2019 ini aku baru melewati fase yang menyadari empat tahun itu sebentar. Tebak?
Aku udah wisuda lho..

November, 2018 
Semangatku menyusun proposal rasanya udah sangat menurun, padahal aku udah mulai dari bulan September, bela-belain magang di awal semester supaya at least dapat pencerahan di tempat magang. Nyatanya? Hm.. sama aja seperti sebelumnya, buntu. Topik yang aku angkat waktu itu tentang peristiwa lahir mati atau stillbirth. Mengangkat topik ini karena emang menarik untukku dan aku nemuin jurnal dari nepal yang membahas tentang ini. Sayangnya, sedikit banget di Indonesia yang membahas topik ini. Aku jadi bertanya-tanya, jangan-jangan apa karena topik ini nggak perlu diteliti ya..

Setelah ngebut nyusun proposal sampai bab 3, ternyata aku nggak menemukan kesepakatan dengan pembimbing ku. Terpaksalah aku mengganti topik skripsi yang sudah aku susun sepenuh hati ini. Dengan deadline seminar proposal bulan November akhir, kayaknya nggak kekejar. Aku udah merelakan untuk lulus 3,5 tahun. Beberapa teman dekat masih menyemangati, tapi rasanya aku juga ada hawa-hawa males gituh..

Maret, 2019 
Akibat udah pernah nyusun proposal, dan data sekunder yang dipakai pun sama. Akhirnya aku jadi yang pertama seminar proposal di departemen ku. Seneng, tentu saja. Bagaimana tidak, konsultasi hingga malam hari, dan melalui semua drama skripsi (yang aku yakin semua juga pasti melewati). Untuk sementara lega, walaupun waktu sempro ditanya habis-habisan sama penguji. Cukup bikin jiper dan membuatku berhari-hari setelahnya merasa 'apa proposal ku memang sejelek itu ya'.

April, 2019 
Menjadi yang pertama seminar proposal ternyata menjebakku, aku jadi terlena bermalas-malas. Sampai akhirnya bulan April, teman yang hari sempro nya bersamaan denganku udah sidang duluan. Liat instagram baru tersadar kalau selama ini progress ku lambat banget. Okedeh, mulai bulan ini harus on fire lagi.

Juni, 2019 
Setelah drama belum dapat penguji luar di detik-detik terakhir, akhirnya bertemulah aku dengan penguji luar yang super baik, hiks aku terharu. Belum lagi pas hari H sidang, aku udah jiper duluan karena meningat-ngingat kejadian waktu sempro, takut terulang lagi. Ternyata enggak, penguji ku yang sebelumnya sangat kritis ternyata super baik waktu sidang karena masukan beliau yang diberikan pas sempro udah aku benerin pas sidang. Super lega dan nggak nyangka karena sidang nya semenyenangkan itu. Alhamdulillah ya Allah..

Jazaakumullah khayr keluarga dan teman-teman ku tersayang, yang sudah menyempatkan hadir, mengirimkan bingkisan dan mendoakan
dari rumah 

Agustus 2019 
Akhirnya, setelah perjalanan yang melelahkan namun penuh hikmah, aku wisuda.. Terharu dan seneng banget. Meskipun pas hari H, Mama berhalangan hadir tapi tetep super happy karena dikelilingi keluarga dan sahabat-sahabatku yang sudah rela bermacet-macetan di wisuda UI. Alhamdulillah.. sangat bersyukur dengan nikmat yang Allah karuniakan kepadaku.

***
Setelah wisuda, baru aku sadar kalau ternyata empat tahun itu sebentar, dan empat tahun itu sebetulnya modal yang cukup untuk kita turun ke dunia kerja. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan empat tahun itu. Gak akan memaksakan kalau kuliah itu harus cum laude, aktif organisasi, ikut lomba dan lain-lain. Menurutku, itu semua tergantung diri kita sendiri. Karena kita yang tau batas kita itu segimana, kita yang tau mana zona yang bisa bikin kita berkembang. Yang terpenting, jadilah bermanfaat dimanapun kita berada. 

Menutup empat tahun perjalanan dengan keceriaan. Alhamdulillah

Comments

Popular Posts