Malam hari yang sunyi.
Aku hanya bisa mendengar pikiranku, dan tentunya detik jarum jam yang sudah rusak. 
Sebentar sekali rasanya. Kuputar memori sebulan terakhir. Ada berapa banyak yang sudah aku sia-siakan?
Kaki bergegas melangkah, menuntunku untuk mengambil air wudhu. Sambil kurenungkan, ini yang terakhir untuk tahun ini. Semoga aku masih bisa merasakan nya di tahun depan.

Satu, dua, empat, sudah terlewati.
Di antara jeda, aku kembali mengingat masa lalu. Kebodohan-kebodohan yang membuatku ingin menekan tombol 'undo' datang bersama dengan penyesalan.
Lalu kuucap kata-kata yang semua orang tau. Memohon ampunan padaMu.
Lama kelamaan tanpa sadar, air menuruni pipiku, dan akupun tersedu padaMu, tempat satu-satunya mengadu.  

Jika memang tengah malam mendekatkanku padaMu maka bangunkanlah aku 
Jika memang aku adalah hambaMu yang sering berpaling, maka tegurlah aku
Jika memang Engkau mencintai hambaMu yang bertaubat maka terimalah tangisan dan taubatku  

Oh ya satu lagi..

Tolong jangan jadikan ini Ramadhan terakhirku.

 

Comments

  1. Blog kamu bagus ras, tulisan nya rapih alur ceritanya juga menarik untuk dibaca.
    Btw inget gue ga? Arbi temen kecil saras dlu di hankam .

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts