Pagi hari,
bagan skripsi ku tak kunjung selesai
pikiran ku kembali pada perbincangan tadi malam
"tawakkal" katamu, satu kata sederhana
dengan perwujudan yang luar biasa.
Dulu-dulu, terlalu jauh
kutepiskan pikiran itu dalam benakku
"Ah tidak mungkin", batinku
lalu Dia punya cara menggerakkan semesta
hingga waktu kini berbicara
memisahkan kita dengan sebuah kata "Ya"
Ketika rasa peduli tumbuh,
hati sering tak rela untuk menjauh
sampai lupa bahwa pemilik hati sesungguhnya bukan aku
boleh jadi dua jalan menjadi satu
boleh jadi hanya persimpangan berlalu
pada akhirnya skenario bukan pada diriku.
bagan skripsi ku tak kunjung selesai
pikiran ku kembali pada perbincangan tadi malam
"tawakkal" katamu, satu kata sederhana
dengan perwujudan yang luar biasa.
Dulu-dulu, terlalu jauh
kutepiskan pikiran itu dalam benakku
"Ah tidak mungkin", batinku
lalu Dia punya cara menggerakkan semesta
hingga waktu kini berbicara
memisahkan kita dengan sebuah kata "Ya"
Ketika rasa peduli tumbuh,
hati sering tak rela untuk menjauh
sampai lupa bahwa pemilik hati sesungguhnya bukan aku
boleh jadi dua jalan menjadi satu
boleh jadi hanya persimpangan berlalu
pada akhirnya skenario bukan pada diriku.
Comments
Post a Comment