Kuliah Online? (Part 1)
Assalamualaikum,
Terinspirasi dari instastory temen yang bingung karena merasa dirinya kurang produktif, akhir nya hari ini aku tergerak menulis post ini. Semoga bermanfaat.
Sebelumnya, aku udah pernah nulis tentang belajar bahasa arab, nah sekarang sih agak mirip-mirip tapi tentunya berbeda.
Di penghujung akhir perkuliahan ku alias semester tua, aku juga cari cara supaya at least kerjaan nya nggak mantengin hp doang. Akhirnya ketemulah dua kuliah online yang aku ikuti saat ini. Pada post kali ini aku akan bahas keduanya.
1. Kuliah Online BISA
Jadi asal usul kenapa aku kenal dan seneng belajar di BISA bisa dilihat di sini. Tapi kuliah online ini berbeda sama BISA online. Bedanya, kalau di BISA online kita cuma belajar satu mata kuliah istilah nya yaitu dimulai dari ilmu sharaf, lalu kalau naik tingkat ke ilmu nahwu dan bertahap. Sedangkan, kalau di Kuliah Online BISA itu seperti kuliah biasa, terdiri dari empat semester dan satu semester diisi tiga sampai empat matkul. Biar lebih terbayang ini dia silabusnya :
Terinspirasi dari instastory temen yang bingung karena merasa dirinya kurang produktif, akhir nya hari ini aku tergerak menulis post ini. Semoga bermanfaat.
Sebelumnya, aku udah pernah nulis tentang belajar bahasa arab, nah sekarang sih agak mirip-mirip tapi tentunya berbeda.
Di penghujung akhir perkuliahan ku alias semester tua, aku juga cari cara supaya at least kerjaan nya nggak mantengin hp doang. Akhirnya ketemulah dua kuliah online yang aku ikuti saat ini. Pada post kali ini aku akan bahas keduanya.
1. Kuliah Online BISA
Jadi asal usul kenapa aku kenal dan seneng belajar di BISA bisa dilihat di sini. Tapi kuliah online ini berbeda sama BISA online. Bedanya, kalau di BISA online kita cuma belajar satu mata kuliah istilah nya yaitu dimulai dari ilmu sharaf, lalu kalau naik tingkat ke ilmu nahwu dan bertahap. Sedangkan, kalau di Kuliah Online BISA itu seperti kuliah biasa, terdiri dari empat semester dan satu semester diisi tiga sampai empat matkul. Biar lebih terbayang ini dia silabusnya :
Perbedaan ke dua yaitu Kuliah Online ini berbayar, sedangkan BISA online itu gratis. Kenapa sih bayar? Pertama tentu nya mata kuliah yang diajarkan lebih banyak. Kedua metode pembelajaran nya agak berbeda karena kita tidak hanya menggunakan Whatsapp tapi juga menggunakan pembelajaran online berbasis moodle. Kira-kira rincian biaya kuliah dan tampilan web pembelajaran nya seperti ini :
Setiap minggu nya kita akan mendapatkan materi berbentuk audio atau video dari para ustadz, dan kemudian setiap minggu ada kuis yang harus dikerjakan via web. Kita juga dikasih kitab berbentuk .pdf tapi juga diperbolehkan kalau misalkan beli buku fisik nya.
Setelah mengikuti tiga metode pembelajaran Yayasan BISA ini, kurang lebih aku bisa merasakan sendiri kelebihan dan kekurangan nya.
+ MasyaAllah Alhamdulillah, ilmu yang disampaikan bermanfaat sekali dan berguna untuk menambah iman kita sehari-hari. Buku nya bahasa nya mudah dipahami untuk belajar mandiri.
+ Waktu fleksibel jadi bisa dikerjakan di sela-sela pekerjaan lainnya
- Musyrifah dalam satu grup hanya ada satu meskipun sudah responsif, sehingga menjadi kurang efektif dalam mengawasi mahasantri nya. Mungkin inilah kemiripan dengan kuliah biasa, kita kuliah karena keinginan jadi nggakk ada yang ngawasi. Kalau di BISA online itu ada musyrifah yang sering sekali ngecekin kita untuk hafalan dan lain-lain.
Kira nya segitu saja kekurangan dan kelebihan yang aku bisa sampaikan. Mungkin yang tertarik bisa kepo-kepo di website nya http://www.kuliah.bisa.id/. Alasan aku kenapa sih kok belajar ginian terus? Pertama, pendidikan ku dari SD hingga kuliah di universitas sekarang ini menurutku sangat minim pembelajaran agama nya. Tanpa kita sadari, banyak dosa-dosa yang kita lakukan yang kadang kita nggak tau itu dosa, bahkan dosa syirik sekalipun. Nah terus gimana cara ngatasi nya? Mangkannya belajar. Belajar itu bisa dari mana saja, bisa dari kitab atau datang kajian, salah satu cara belajar ku adalah menjemput ilmu dengan mengikuti halaqoh/ kuliah online seperti ini. InsyaAllah bermanfaat.
Sekian. Wassalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh.

Comments
Post a Comment