Title Mahasiswa
Tergerak untuk mengemukakan opini pagi pagi karena di timeline line ada seseorang yang memberikan komentar tentang gambar di atas ini. Pas baca ini, sejujurnya saya kecewa sih sama orang yang buat gambar. Streotipe sekali sepertinya, mungkin pembuat gambar di atas punya pengalaman kurang menyenangkan terhadap mahasiswa yang kuliah pulang kuliah pulang..
Life is a choice
Menjadi mahasiswa tentunya tidak hanya menyandang title mahasiswa itu sendiri, tetapi juga memikul tanggungjawab terhadap negeri yang diamalkan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pendidikan tentunya ditunaikan oleh setiap mahasiswa, dengan menuntun ilmu di kampus masing-masing. Penelitian, somehow beberapa orang tidak tertarik dengan jalur ini, yang katanya sulit. Saya juga sebenernya masih perlu banyak berbenah dan ide ide yang biasa nya muncul hanya sekedar jadi wacana. Tapi, setiap mahasiswa juga pasti akan melalui fase penelitian untuk lulus nanti alias skripsi.. Hehe. Sedangkan point terakhir yaitu pengabdian masyrakat itu bisa diimplementasikan dengan cara yang sederhana. Misalkan kalian ngajar di suatu TPA, tempat les, atau rumah belajar. Atau bisa juga dengan jadi kader puskesmas, jadi pengurus masjid, pokoknya beragam bentuknya. Bisa di lingkungan rumah, atau lingkungan kampus. Bisa dilihat sendiri kalau tiga nilai ini bisa diterapkan tanpa harus pulang larut malam, ikut berbagai kepanitiaan dan organisasi, ikut ngumpul dadakan dan lain-lain. Menurut saya, Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat diterapkan bila kita memahami makna nya dan mengimplementasikan nya secara ikhlas dan sungguh-sungguh.
"Model seperti ini, habis lulus susah cari kerja"
Sekali lagi saya bilang ini tulisan menggeneralisir dan stereotipe banget. Cari kerja itu bukan ditentukan seberapa banyak kalian ikut organisasi kok. In fact, sebenernya menurut saya gini.. Ikut organisasi itu MEMBANTU hanya JIKA kalian dapat mengambil ilmu nya, dapat memahami esensi setiap pemecahan masalah dalam organisasi tersebut. Kalo kalian cuma ikut-ikutan doang, merasa keren, berjabatan, itu mah sama aja atuh, berarti kalian melakukan aktivitas yang sia-sia, karena kalian nggak akan dapet apa-apa. Inti nya banyak kok organisator yang ikut-ikutan doang akhirnya susah cari kerja.. Dan gak sedikit orang-orang yang kuliah pulang malah sukses di tempat kerja. Satu hal yang juga saya pertanyakan, apakah pekerjaan menentukan kebahagiaan dan kesuksesan seseorang? Oh saya rasa tidak. Pekerjaan yang sederhana tapi terasa dalam manfaatnya dapat membuat orang lebih merasa bahagia daripada pekerjaan yang menghasilkan duit banyak, mobil dan rumah mewah.
Hidup ini pilihan, termasuk pilihan bagaimana kita menghabiskan waktu kita di dunia perkuliahan.. Saya salut sama organisator yang rela pulang malam untuk menjalankan acara-acara yang bermanfaat bagi orang-orang sekitar. Salut buat aktivis yang pantang menyerah turun ke jalan menyuarakan suara rakyat. Tapi, apakah itu merupakan satu-satu nya jalan untuk menjadi bermanfaat? Saya rasa tidak. Setiap mahasiswa mempunyai cara nya masing-masing untuk menjadi bermanfaat

Comments
Post a Comment