Rindu

Assalamualaikum..
Lewat sudah bulan yang penuh berkah yakni bulan Ramadhan. Taqabbalallahu minna wa minkum.. Bukan berarti lewatnya bulan ini menyebabkan kendurnya semangat beribadah di hari-hari berikutnya. Cukup sedih karena bulan ini sudah berlalu, karena nggak yakin akan bertemu dengan bulan yang sama di tahun depan. Wait... Ini beneran sedih atau cuma pura-pura rindu aja nih? Bhakk pertanyaan yang terlintas sedikit menohok saya sih. Jangan-jangan saya hanya pura-pura rindu. Maksudnya gimana tuh dengan pura-pura rindu? Hmm.. Saya jelaskan disini yaa

Awal ramadhan orang-orang mulai banyak yang merasa senang menyambut bulan ini. Di mulut di kata senang, tapi nggak sedikit ucapan seperti ini terucap "duh males uas nya kalo bulan puasa" "cobaan banget bulan puasa masih kuliah", dsb. Bulan puasa kita jadikan excuse untuk berhenti atau mengendurkan aktivitas. Padahal jaman dahulu pada bulan Ramadhan pun Nabi masih pergi berperang. Di hari-hari puasa ada yang senang dan bersyukur dengan datang nya bulan Ramadhan, tapi nggak sedikit yang senang  hanya karena jadi banyak makanan enak yang bertebaran di jalan. Waktu maghrib menjadi penanda waktu balas dendam terhadap rasa lapar yang ditahan seharian. Sementara itu, setelah kekenyangan, banyak pula orang yang menjadi lupa nikmatnya solat tarawih. Tidak dipungkiri, sebenernya kalo kekenyangan saya juga suka merasa ngantuk saat menjalankan solat tarawih :( 

Kemudian fenomena bukber pun mulai bermunculan. Di kala segelintir orang berlomba-lomba dalam meraih pahala di rumah dengan ibadah, sebagian yang lainnya sibuk menghabiskan waktu di luar bersama orang-orang terdekatnya, tidak lebih untuk buka bersama. Buka bersama menurut saya suatu hal yang penting, karena dapat merajut tali silaturahmi yang mulai renggang, banyak orang hanya menyisihkan waktu untuk bertemu saat bulan Ramadhan. Tapi tidak sedikit bukber ini menjadi sumber kelalaian, contohnya berapa banyak orang yang lupa untuk solat maghrib, isya, atau tarawih saat sedang bukber di luar? Berapa orang yang malah menjadikan bukber sebagai ajang gibah? Berapa banyak wanita yang pulang larut malam karena mengatasnamakan bukber? Hmm rasanya masih banyak ya :) Jadi menurut saya kita sebagai manusia yg mempunyai akal baik nya dapat memilah-memilah mana bukber yang lebih banyak mudharat nya, mana yang lebih banyak manfaat nya.. 

Di akhir bulan Ramadhan, tepatnya 10 hari terakhir, cukup banyak orang yang merasa terlena. Maksudnya ada orang-orang yang lupa kalau Ramadhan akan segera berakhir. Malah, beberapa ibadah nya terasa mengendur. Sebagian yang lain, mengencangkan sabuknya dengan sibuk menambah porsi ibadah. Melangsungkan i'tikaf di masjid selama 10 hari terakhir, memperbanyak bacaan tadarus, dan lain-lain. Sebagian lagi cukup biasa-biasa saja, sampai suatu pagi setelah malam ganjil munculah suasana yang teduh, khidmat, dan kemudian tersadar oleh renungan "jangan jangan tadi malam itu... Mungkinkah adalah malam lailatul qadar?" Kemudian menyesal karena tadi malam malah tidur atau belum beribadah dengan maksimal.. 

Hari raya yang ditunggu-tunggu pun tiba. Sanak saudara mulai berdatangan. Baju baru mulai dikenakan. Barulah kita sadar, bulan yang penuh nikmat ini telah pergi. Akan kah kita menemui nya lagi? Oh, belum tentu.. Lalu mulai banyak postingan instagram atau line yang menceritakan rindu nya pada bulan Ramadhan. Tapi tunggu... Berkacalah pada ibadah mu beberapa hari kebelakang di bulan Ramadhan, lalu tentukan. Apakah kau benar-benar rindu, atau pura-pura rindu? 

Comments

Popular Posts